Latest Entries »

kuliner di Bali

 

Warung Nasi Ayam Kedewatan
Menyajikan nasi campur khas Bali dan halal ! Patut dicoba apabila kita sedang berkunjung ke Bali ( apabila kita berada di daerah Ubud, Denpasar atau Seminyak karena warung ini mempunyai beberapa cabang. Secara psikologis mungkin terasa lebih pas apabila kita mencoba yang berlokasi di Ubud karena keasrian tempat dan sekelilingnya. Berlokasi di rumah tinggal, dikelilingi oleh berbagai jenis anggrek dan

Lokasi : Kedewatan Ubud

Menu :
Harga : Rp. 15.000 per porsi
Nasi
Ayam betutu
Gorengan ayam
Ayam sisit
Tum ayam
Ayam bumbu Bali
Sate lilit ayam
Lawar
Sambal

Minuman : Es the , es jeruk, aqua dan rupa rupa juice

Cafe Seafood Jimbaran / Kedonganan
Anda penyuka makanan dari hasil laut atau yang lebih dikenal dengan seafood? Kalau Anda sedang liburan di Bali atau mungkin berencana mau ke Bali, tentu pernah mendengar Jimbaran atau juga Kedonganan.
Kedonganan dan Jimbaran adalah 2 desa yang bertetangga dan memiliki pantai yang indah. Uniknya dibandingkan pantai di Kuta, Dreamland, Nyang Nyang atau yang lainnya, kalau di sini selain menikmati suasana pantai Anda bisa juga menikmati gurihnya seafood.
Banyak orang komplain masalah harga makan seafood  di pantai Jimbaran atau Kedonganan. Harga terlalu mahal. Tapi kini Anda tidak perlu khawatir lagi makan seafood di pantai Jimbaran atau Kedonganan, karena bliketut menyediakan paket-paket  seafood dengan harga sangat terjangkau mulai Rp.100.000/pax di Fortuin Cafe .  Harga yang tawarkan adalah diskon lebih dari 50% dari harga biasa, bisa dibuktikan! Mau? silahkan call 081338024287/08123906032 .detailnya bisa di lihat di halaman paket dinner  jimbaran

Pawon Pasundan
Setelah berpanas panas dipantai atau berbelanja, kita bisa rehat sebentar di Pawon Pasundan. Rehat di gazebo gazebo kecil tempoat kita bisa lesehan, kita bisa menikamati makanan Sunda yang rasanya lebih ringan sembari melihat lihat kebun disekeliling kita. Resto ini menawarkan paket dari paket nasi timbel komplit, paket soto bandung ataupun paket nasi oncom.
Harga paket  tadi berkisar Rp. 50.000 per porsi dan kita bisa memesan es cincau atau es jeruk tersendiri.

RESTORAN Batur Sari kintamani
restoran di kintamani dengan view danau dan gunung batur serta sisa aktifitas vulkanisnya..
dengan menu buffet, termasuk juga makanan halal.
silahkan liat foto restoran batur sari di kintamani

Restoran The Brandas, Garuda Wisnu Kencana
Restoran yang terletak di tengah kawasan taman budaya Garuda Wisnu kencana ini menawarkan kepraktisan dengan makanan gaya prasmanan yang banyak disukai pengunjung. Dengan hanya merongoh kocek sebesar Rp. 75.000 per orang ( harga anak anak sama ) kita bisa menikamti beberapa macam menu lengkap dengan buah potong dan kopi atau the. Harga tsb diatas biasanya sudah termasuk harga tiket dan bisa membuat kita berhemat. Garuda Wisnu Kencana dibangun memang untuk kita menikamti berbagai macam atraksi dan saying kalau kita hanya mampir sebentar. Dari atraksi Barong ngelawang, pemutaran film tentang berdirinya GWK atau sekedar mentatoo tubuh tanpa keharusan untuk membayar seharusn ya membuat tamu betah berlama lama di GWK.

Rumah Makan taliwang di Bedugul.
Cuaca yang dingin selalu menggugah selera makan. Kita akan mengalaminya apabila berkunjung ke Bedugul. Disana kadang kita bingung untuk memilih berbagai jenis makanan yang ada. Tidak ada salahnya apabila kita makan di ayam bakar Taliwang. Ayam , plecing kangkung, nasi putih yang mengepul akan memuaskan  rasa lapar. Dengan harga di kisaran Rp. 50  ribuan komplit dan termasuk segelas the panas kita bisa menikmatinya.

Ulun Danu Resto
Selain Ayam bakar taliwang, di Bedugul kita juga bisa menemukan resto dengan menu prasmanan yang terletak ditengah tengah kompleks wisata Pura Ulun Danu Beratan. Dari resto ini, kita leluasa menikamti pemandangan danau dan kebun yang melingkupi areal Pura. Menu prasmanan disini dilengkapi dengan pisang goreng dan buah sebagai penutup. Harga makanan yaitu Rp. 75.000 per orang. Anak anak di kenakan charge separuh harga dan seperti nama danau dan puranya, resto ini bernama Resto Ulun danu. Harga yang agak mahal setara dengan fasilitas yang kita dapat dan juga pilihan makanan yang tersedia.

Nuri’s Warung
Warung yang selalu penuh dan tidak kenal musim, menyajikan kuliner bakar bakaran sebagai trade merknya. Menu yang menjadi anadalan adalah pork ribs walaupun tetap ada kuliner lain sebagai pelengkap seperti ayam bakar, beef hamburger sampai makanan Indonesia biasa seperti capcay dan nasi goreng.
Lokasi : Jl. Raya Sanggingan di depan Neka Museum

Menu : Pork Ribs ( Rp 85.000++, Chiken grilled  ( Rp 35.000 ++, Beef sausage ( Rp.35.000++
Minuman : juice, soft drink, cocktails dan beer

Tipat cantok
Tipat cantok adalah makanan yang menyerupai gado gado tetapi tidak selengkap gado gado. Biasanya bumbu kacang diulek dan dicampur dengan sayur mayor ( umumnya memakai kacang panjang atau cambah ) dengan dilengkapi dengan tahu dan kerupuk. Atau diatasnya ditaburi dengan kacang serundeng ( bhs Bali : )
Tipat cantok enak yang terletak di jalan Bunut Sari No 4. legian bisa jadi tidak terlalu diketahui orang tapi rasanya yang gurih pedas membuat kita ketagihan untuk menyantap. Di warung tsb juga dijual rujak buah khas Bali seperti rujak kuah pindang atau rujak Gula yang bisa melengkapi santap siang.
Harga : Rp. 10.000  per porsi

Ayam goreng Plengkung
Jl raya Tuban

Bagi yang ingin menikmati menu ayam goreng selama di Bali, jangan lupa untuk datang ke Plengkung resto. Berlokasi ditengah riuh rendahnya lalu lintas menuju pusat Kuta, resto ini benar benar menguji ketabahan kita akan rasa pedas. Andalan resto ini adalah ayam pecek atau ayam panggang atau ayam goreng biasa dengan paduan sambal uleknya yang aduhai…( aduhai  ) Menu menu lain seperti Flying gurami, tahu tempe gorengJpedasnya  bisa menjadi teman dari ayam goreng tadi dan untuk masakan lain tidak terlalu direkomendasikan karena rasanya yang biasa.
Harga :
Ayam pecek : Rp. 17.000 per porsi
Ayam goreng : Rp. 18.000 per porsi
Nasi putih : Rp. 5000
Gurame goreng : Rp. 30.000 –an untuk ukuran yang small
Es jeruk dari harga : Rp. 9000

Babi guling Pande di jalan Japa
Penggemar babi guling pasti tahu kelezatan dari babi guling yang berlokasi di tengah kota Gianyar ini. Apabila turis dari luar negeri selalu berbangga dengan menyebut Ibu Oka di Ubud sebagai favorit mereka, orang Bali sendiri menganggapnya berbeda. Babi guling di Gianyar mungkin lebih pas untuk lidah orang local. Dari jam buka 06 :30 sd 16:00 babi guling ini sudah dikunjungi pembneli yang berdatangan tiada henti. Menurut cerita , babi guling ini sudah mulai beroperasio pada tahun 1974 dan masih tetap eksis sampai sekarang.
Harga : Rp. 15.000 per porsi

Puri Boga Resto

Masakan Cina tidak melulu seafood dengan berbagai variasinya. Di resto Puri Boga Jimbaran,  Paket Crispy duck  ditawarkan dengan harga Rp. 70.000 per orang lengkap dengan sup, emping, tempe, sambal ulek bali, sambal mentah Bali, sayur urap dan buah segar. The cina melengkapi sajian menu tsb.  Resto ini memang baru berdiri 2 tahunan dan masih baru fasilitasnya. Kondisi ini membuat siapapun yang bersantap disini merasa nyaman.

Resto Apung di Kintamani
Apabila berkunjung ke Kintamani, biasanya wisatawan diajak makan di resto resto yang menyajikan menu prasmanan. Yang sudah pernah berkunjung dan merasa bosan dengan menu yang biasa biasa saja sebaiknya berkunjung ke resto apung, disebut begitu karena resto ini memang terletak dipinggir danau batur, mengapung dan menyajikan makanan lezat yang sama sekali berbeda. Nila bakar atau Nila goreng adalah andalan resto ini. Keunggulannya adalah bahan baku yang segar ( langsung ditangkap dan digoreng ) membuat sajian ikannya sangat segar dan terasa. Sambal mentah bali dibuat dengan sangat ahlinya dan menambah kredit point resto .
(HARGA PAKET SEKITAR 150.000)
satu areal dengan resto ini adalah penginapan yang dibandrol dengan harga Rp. 350.000 an per malam. Untuk yang ingin merasakan sensasi liburan yang berbeda, menikmati bermalam ditepi danau adalah hal yang patut dicoba.

BEBEK BENGIL UBUD
Jika Anda berkunjung ke Bali, sempatkan mampir ke restoran Bebek Bengil yang terletak di Jalan Hanoman-Padang Tegal-Ubud. Restoran dengan konsep tradisional dan terletak di pinggir sawah ini menyuguhkan beragam hidangan andalan khas Bali. Harga menu memang sebanding dengan rasa dan suasana yang ditawarkan, mulai dari minuman, makanan pokok dan hidangan penutup, harga satu set menu  sekitar 100 ribuan. . Sembari bersantap, mata anda akan dimanjakan dengan hamparan sawah yang menyejukan mata.
Menu andalan resto ini tentu bebek bengil. Hidangan yang terbuat dari bebek yang di sajikan dengan sambal dan urap/jukut. Konon nama bengil diambil dari kelakuan si bebek sawah yang kotor. Bebek kotor ini masuk ke dalam restoran yang belum jadi dan mengotori lantai. Sejak saat itu restorannya diberi nama bebek bengil alias bebek kotor oleh sang pemilik.
Bagi Anda yang belum sempat berkunjung ke restoran ini, jangan khawatir, resep bebek bengil ala budi boga tidak kalah lezatnya. Anda bisa mencobanya di rumah dan siapa tau menjadi lauk favorit keluarga Anda.

Nasi pecel Bu Tinuk

Salah satu warung  makan tempat tamu domestic wajib lapor  adalah Warung Nasi Pecel Bu Tinuk. Nasi pecel yang di sajikan dengan keripik dan berbagai macam makanan seperti  sate telur puyuh, empal, ayam bakar ,  ayam sisit, tempe bacem ataupun tahu  dan berbagai jeni sayur tumis dan kuah ini selalu ramai pembeli dari pagi sampai mencapai puncaknya pas makan siang. Jadi, kita bisa memilih menu yang ada karena selain nasi pecel, warung ini mempunyai berbagai jenis pilihan menu . Jenis makanan yang bervariasi adalah salah satu daya tarik orang untuk makan disini. Jadi, bukan hanya wisatawan tapi para penghuni desa metropolitan Kuta juga membanjiri warung yang mempunyai gerai di Carrefour dan  jalan raya Kuta  dan Teuku Umar ini. Harga makanan juga tidak terlalu mahal asal kita tahu mau makan apa aja. Jadi, jangan terlalu memilih banyak makanan karena selain jadi mahal itu juga berpengaruh pada rasa makanan yang sudah originalnya enak. Sepiring nasi pecel pedas dengan keripik , tempe goreng dan ayam bakar dapat dinikmati dengan harga Rp. 25.000 per porsi tanpa minuman.

Lokasi : Jl. Raya Kuta ( di samping apotik Kimia Farma) , Carrefour Sunset Road, dan jalan Teuku Umar

Nasi Pedas Bu Andika

Nasi pedas ini terletak di depan Supernova supermarket dekat dengan Joger dan selalu menjadi favorit bagi wisatawan domestic yang sedang berlibur. Why is it really special? Yang sedang berlibur ke Bali pasti akan dan menyempatkan diri berkunjung ke warung kecil ini. Pengunjung berdesak desakan di depan tempat yang sebenarnya ruko, duduk di meja yang sekedarnya kemudian terlihat lahap menikmati hidangan yang sebenarnya amat sangat biasa. Hidangan yang tersedia berupa tempe goreng kering, abon, ayam suir,ati,kulit ayam,mie,sayur tumis, sate telur, ikan asin dengan kacang tanah, sambel goreng ati dll seperti halnya banyak nasi campur. Yang special yaitu sambalnya yang pedesnya minta ampunnnn…..haha…Sepertinya itulah yang membuat warung ini begitu diminati oleh pengunjung yang selalu tampak antre di depannya. Lokasi yang strategis dengan ada pas didekat Joger ( yang nota bene must visit item ) sangat berpengaruh dalam mem-branding warung kecil ini. Lepas dari berbagai alasan diatas, Nasi Pedas Ibu Andika ini menyediakan kuliner dengan harga terjangkau denagn rasa yang cukup mantap. Dengan merongoh kocek Rp.20.000 per orang, kita bisa menikmatinya dan Jmenyisakan budget buat beli oleh oleh
Lokasi : Jalan raya Kuta depan Joger / Supernova

Babi Guling Dobil
Lokasi di Jalan Srikandi Nusa Dua
Dengan menu nasi putih, be guling, babi goreng, sup babi, lawar,  usus goreng dll, babi guling ini sangat worthed untuk dikunjungi dan merupakan salah satu babi guling yang terkenal di areal Nusa Dua dan sekitarnya.

Restoran China Laota
Terletak di jalan raya Kuta, the street of delicious food, resto ini sangat kondang dan dikunjungi banyak selebritas, warga asing yang tinggal di Bali  ataupun komunitas Tionghoa yang tinggal di Bali. Sangat terkenal dengan bubur – bubur dan soupnya . Jangan salah order ataupun kebanyakan order. Selalu bertanya kepada pelayan porsi yang kita pesan  otherwise kita pasti kaget begitu makananJitu untuk berapa orang  Jdatang dengan porsi yang jumbo

Nasi Ayam Ibu Oki

Berlokasi di jalan raya Uluwatu II, menu makanannya sederhana saja.  Kalau bingung mencari lokasinya, cari dengan bantuan pabrik dan show room Jenggala Keramik saja dan acces ke sana akan  lebih mudah. Ayam betutu, gorengan ayam, urap ( ganti ganti seperti kangkung atau kacang panjang atau utik utik),telur bumbu hitam, bawang merah dan cabe goreng khas Bali  dll menggoyang lidah dengan mantapnya. Dibanding Nasi ayam Kedewatan, rasa kuliner ini lebih nendang dan high rekomenation kita agar wisdom mengunjungi warung makan ini apabila ada kesempatan.

 

RESTORAN / RUMAH MAKAN LAIN YANG PATUT ANDA COBA SELAMA DI BALI

UBUD

Adi Asri      Kedewatan, Ubud
Adi ‘ S Warung     Jl. Wenara Wana, Ubud
Ananda Restoran     Jl. Raya Tjampuhan, Ubud
Angkasa Café     Jl. Suweta No. 1, Ubud
Apa Kabar     Jl. Dewi Sita, Padang Tegal
Anyar Café     Jl. Suweta No. 6, Ubud
Ayung Restoran/RM Cahaya     Jl. Raya Kedewatan, Ubud
Ayu’ S Kitchen     Jl. Monkey Forest, Ubud
Arie’ S     Jl. Dewi Sita, Padang Tegal
Arma Café     Jl. Raya Pengosekan, Ubud
Artini Warung     Jl. Hanoman Padang Tegal
Ary’ S Warung     Jl. Raya Ubud
Bagus Café     Jl. Sukma Tebesaya
Bali Buddha     Jl. Jembawan Padang Tegal
Bali Café     Padang Tegal Kaja, Ubud
Balina     Jl. Kajeng No. 10, Ubud
Bali Restoran     Penestanan Ubud
Bambu Restoran     Jl. Dewi Sita, Ubud
Batan Waru Café     Jl. Dewi Sita, Padang Tegal
Bebek Bengil Restoran I     Jl. Hanoman Padang Tegal
Bebek Bengil Restoran II     Jl. Wenara Wana, Ubud

Beggars Bush     Jl. Raya Tjampuhan, Ubud
Bendi Restoran     Jl. Monkey Forest, Ubud
Biang Café     Br. Tebesaya Peliatan, Ubud
Bintang Pari Café     Ds. Bentuyung, Ubud
Bridge Café     Jl. Raya Tjampuhan, Ubud
Bukit Pesona/Villa Bukit Ubud     Jl. Raya Sanggingan, Ubud

Bumbu Rumah Makan     Jl. Suweta, Ubud
Boga Buana Café     Jl. Tjok Sudarsana, Peliatan
Parkit Restoran/Camplung Sari     Jl. Monkey Forest, Ubud
Candri Restoran     Jl. Monkey Forest, Ubud
Capung Café     Padang Tegal, Ubud
Cempaka Café     Jl. Hanoman Padang Tegal
Darimana Restoran     Jl. Monkey Forest, Ubud
Dennis Restoran     Jl. Raya Sanggingan, Ubud
Dewangga Warung     Jl. Dewi Sita, Padang Tegal
Dewata Café 1     Penestanan Ubud
Dewata Café 2     Jl. Hanoman Padang Tegal
Dian Restoran     Jl. Monkey Forest, Ubud
Dibia     Padang Tegal, Ubud
Do Drop Inn     Jl. Dewi Sita, Padang Tegal
Donald Café     Jl. Gautama, Padang Tegal
Exiles Café     Jl. Raya Pengosekan, Ubud
Gajah Biru     Penestanan Ubud
Gaya Café     Br. Sayan, Ubud
Gayatri Café     Jl. Monkey Forest, Ubud
Griya Restoran     Jl. Raya Ubud
Gusti Café     Jl. Sriwedari Taman, Ubud
Han Snel Garden     Jl. Kajeng, Ubud
Hungry Tiger Café     Jl. Nyuh Kuning, Ubud
Hutama Warung     Jl. Jembawan, Ubud
Ibu Rai Restoran I     Jl. Monkey Forest, Ubud
Indus Restoran     Jl. Raya Sanggingan, Ubud
Jass warung     Jl. Sukma, Ubud
Jaya Café     Jl. Monkey Forest, Ubud
Kadek Rumah Makan     Jl. Raya Pengosekan, Ubud
Rumah Makan Kera Lucu     Jl. Monkey Forest, Ubud
Ketut’s Warung     Jl. Raya Ubud, Ubud

Kin Khao Thai     Jl. Wenara Wana, Ubud
Kokila Bali     Jl. Raya Pengosekan, Ubud
Kokokan Restoran     Jl. Raya Pengosekan, Ubud
Kubuku     Jl. Monkey Forest, Ubud
Kukuruyuk     Jl. Raya Sanggingan, Ubud
Kulkul Restoran     Jl. Monkey Forest, Ubud
Kura Kura Mexican Café     Jl. Hanoman, Ubud
Nikmat Café     Jl. Andong, Ubud
Lak Lak Warung     Jl. Hanoman, Ubud
Laka Leke     Nyuh Kuning, Ubud
Leke Leke     Br. Kutuh, Ds. Sayan, Ubud
Lilies Garden Restoran     Jl. Wenara Wana, Ubud
Lobong Café     Jl. Monkey Forest, Ubud
Loka Sari Café     Jl. Raya Andong, Petulu
Lotus Restoran     Jl. Raya Ubud, Ubud
Lotus Lane Restoran     Jl. Monkey Forest, Ubud
Mai Mai Bar/Restoran     Jl. Hanoman, UBud
Mendra’s     Jl. Monkey Forest, Ubud
Miro’s Restoran     Jl. Raya Ubud, UBud
MM Net Warung     Jl  Suweta, Ubud
Momoya Warung     Jl  Suweta, Ubud
Monkey Forest Café     Jl. Monkey Forest, Ubud
Mozaic     Jl. Raya Tjampuhan, Ubud
Mudita     Br. Teruna Peliatan, Ubud
Mumbul Restoran     Jl. Raya Ubud, Ubud
Murni’s Warung     Jl. Raya Tjampuhan, Ubud
Muwa Garden Restoran     Jl. Monkey Forest, Ubud
Napi Orti     Jl. Monkey Forest, Ubud
Nick’s Restoran     Jl. Bisma, Ubud

Noodle     Jl. Raya Ubud, Ubud
Nomad Bar & Restoran     Jl. Raya Ubud, Ubud
Nuriani Warung     Jl. Hanoman, Ubud
Nuri’S Warung     Jl. Raya Sanggingan, Ubud
Nyiur Cafe     Jl. Monkey Forest, Ubud
Nyoman Warung     Jl. Sukma, Ubud
Ogoh Ogoh Restoran     Jl. Raya Andong, Petulu
Okawati Restoran     Jl. Monkey Forest, Ubud
Padang     Jl. Raya Ubud, Ubud
Padi Café     Padang Tegal, Ubud
Padi Prada     Jl. Monkey Forest, Ubud
Panorama Restoran     Jl. Raya Pengosekan, Ubud
Pertiwi Restoran     Jl. Monkey Forest, Ubud
Pizzeria Roma     Tebesaya, Peliatan, Ubud
Pondok Café     Jl. Raya Pengosekan, Ubud
Prada Cafe     Jl. Kajeng, Ubud
Primitif Bar & Restoran     Jl. Raya Pengosekan, Ubud
PUB & Bar     Jl. Hanoman, Ubud
Puri Anyar Restoran     Kedewatan, Ubud
Puri Bukit Kembar Restoran     Jl. Raya Mas, Ubud
Puri Garden Restoran     Jl. Monkey Forest, Ubud
Puri Rasa     Jl. Raya Mas, Ubud
Puri’s Bar & Restoran     Jl. Raya Ubud, Ubud
Puspa and Pagy Café     Jl. Raya Ubud, Ubud
Puspita Agung     Jl. Hanoman, Ubud
Putra Bar & Restoran     Jl. Monkey Forest, Ubud
Putri Minang     Jl. Wenara Wana, Ubud
Pondok Impian Restoran     Jl. Raya Pengosekan, Ubud
Ratih Café     Jl. Kajeng, Ubud

Risna     Padang Tegal, Ubud
Riska Cafe     Jl. Sukma, Ubud
Roof Garden Restoran     Jl. Raya Ubud, Ubud
Rumah Bulan (Casa Luna)     Jl. Raya Ubud, Ubud
Ryoshi Japanese Restoran     Jl. Raya Ubud, Ubud
Sai Sai Bar & Restoran     Jl. Monkey Forest, Ubud
Sakuntala Café     Jl. Hanoman, Ubud
Sanak Rumah Makan     Jl. Hanoman, Ubud
Saru Dori     Jl. Kajeng, Ubud
Sate Bakar     Jl. Monkey Forest, Ubud
Satri’s Warung     Jl. Monkey Forest, Ubud
Sehati Warung     Jl. Jembawan, Ubud
Sehati II     Jl. Monkey Forest, Ubud
Sita Café     Jl. Raya Ubud, Ubud
Suartha Pension     Padang Tegal, Ubud
Swasti Restoran     Jl. Monkey Forest, Ubud
Taman Ayung Restoran     Kedewatan, Ubud
Taman Bebek Café     Kedewatan, Ubud
Taman Cempaka     Padang Tegal, Ubud
Taman Harum Restoran     Br. Kawan, Mas, Ubud
Tegal Cafe     Jl. Hanoman, Ubud
Tepi Sawah Restoran     Jl. Raya Goa Gajah, Bedulu
TeraZo     Jl. Suweta, Ubud
Thai Restoran     Jl. Monkey Forest, Ubud
The Café     Jl. Raya Mas, UBUd
The Village Café     Br. Tebesaya, Peliatan, Ubud
Tiga Bersaudara Café     Padang Tegal, Ubud
Tiing Gading Restoran     Tebesaya, Ubud
Trio Café     Jl. Raya Petulu, Andong

Tropicana Restoran     Jl. Raya Ubud, Ubud
Tropical View Restoran     Jl. Monkey Forest, Ubud
Tutmak     Jl. Dewi Sta, Ubud
Ubud Raya Restoran     Jl. Raya Ubud, Ubud
Ubud Restoran     Jl. Monkey Forest, Ubud
Waka Di Ume     Jl. Suweta, Ubud
Warsa Café     Jl. Monkey Forest, Ubud
Warung Kopi Bali     Jl. Monkey Forest, Ubud
Wayan Café     Jl. Monkey Forest, Ubud
Yogyakarta Café     Jl. Monkey Forest, Ubud
Yulia Café     Jl. Monkey Forest, Ubud

DENPASAR

1.   Taliwang II        Jl. Cok Agung Tresna      +62 361 421951
2.     Manalagi Indonesian satai     Jl. Teuku Umar     +62 361 262269
3.     Lim Lingkungan Bar     Jl. Danau Toba 9     +62 361 282946
4.    Lazer 200     Jl. Danau Tamblingan 86     +62 361 288743
5.     Layang-Layang     Jl. By Pass I.B. Mantra     +62 361 465625
6.     Kwong Bing     Jln Imam Bojol 497     +62 361 488893
7.     Kulkul     Jl. Danau Tamblingan 116     +62 361 287665
8.     Kopi Bali House     Jl. By Pass Ngurah Rai     na
9.     Kafe Mini Cianjur     Jl. WR Supratman 39     +62 361 221301
10.     Jawa Timur   Jl. Veteran 68     +62 361 249977
11.     Warung Gek     Jl. Tukad Batanghari 18 A     +62 361 256645
12.     Warung Sate Rasminah  Indonesian satai      Jl. Kaliasem     +62 361 226258
13.     Star Cafe Bali     Jl. Danau tamblingan 85     +62 361 7439766
14.     Soka     Jl. Soka 40     +62 361 462296
15.     Siobak Singaraja     Jl. Letda Made Putra 36     na
16.     Segara Agung     Jl. Segara Ayu 100     +62 361 289374
17.     SatriaBalinese cuisine      Jl. Kedondong 11 A     +62 361 235993
18.     Sari Warta Boga Indonesian cuisine  Jl. Imam Bonjol 343     +62 361 483634
19.     Wong Solo     Jl. Merdeka 19     +62 361 231191
20.     Warung Siobak Khelok Singaraja       Jl. Gatot Subroto 256
21.      Sop Ikan Mak Beng di Sanur

 

PUSAT OLEH-OLEH KARANG KURNIA BALI

KARANG KURNIA adalah pusat oleh-oleh di pulau bali yang didirikan oleh I Gede Wireyasa. berawal dari studi bandingnya di toko oleh-oleh Ia mencoba berbisnis sendiri. karang kurnia memiliki beberapa cabang, yaitu:

1. jalan cargo 99x denpasar bali

2.jalan gatot subroto xx denpasar bali

 

di sini bisa ditemukan berbagai macam kerajinan dan oleh-oleh lainnya,seperti : lukisan,patung,pakaian anak dan dewasa,bed cover,pernak-pernik,batik,dll. Barang-barang tersebut tidak semuanya buatan bali melainkan banyak yang diambil dari pulau jawa seperti batik.

pasar karang kurnia lebih murah dibanding pasar lain di bali. dengan lahan parkir yang cukup luas dan suasana yang lumayan segar membuat pengunjung merasa nyaman.

 

2.8 Joger

Salah satu souvenir yang tidak terlupakan saat berkunjung ke Bali adalah berkunjung ke Pabrik Kata-Kata Joger yang berada di daerah Kuta, Bali. Sebuah tempat penjualan souvenir seperti t-shirt dan aneka souvenir lainnya.

Demi mengenang kebaikan Mr. Gerhard Seeger yang memberikan dana sebesar US $ 20.000 sebagai hadiah pernikahan JOseph Theodorus Wulianadi. Nama JOGER (huruf E-nya dibaca seperti “E” dalam menyebut “ENAK” atau “EKONOMI“) itu adalah penggabungan antara 2 huruf nama depan JOseph Theodorus Wulianadi dengan 3 huruf nama depan Mr. GERhard Seeger, di mana di samping memang benar-benar berbunyi baru (Source:jogerjelek.com).

Ketika memasuki pintu masuk outlet Joger, setiap pengunjung disapa dengan ramah dan ditempel sebuah stiker di bajunya sebagai tanda masuk outlet. Namun sebelum masuk anda harus bersabar menunggu giliran masuk karena didalam outlet dipenuhi pembeli.

Ada beberapa ruangan di dalam outlet, ada sebuah ruangan yang khusus memanjang berbagai macam t-shirt, ada sebuah ruangan yang memajang berbagai souvenir seperti mug, sandal, hiasan dinding, serta sebuah oleh-oleh unik berupa jam terbalik. Jam terbalik inilah menjadi salah satu oleh-oleh khas Joger karena satu-satunya tempat yang menjual jam terbalik di Indonesia.

Layaknya kaos Jangkrik85, Joger memberikan ciri khas tersendiri yaitu dengan desain kata-kata aneh dan unik. Selain itu sudah banyak jenis merchant yang ditawarkan. Namun perlu diingat bahwa Joger tidak dibuka cabang di tempat lain dan hanya di jual di Pabrik Kata-Kata Joger yang terletak di Kuta, Bali. Nah, selamat membeli oleh-oleh. Anda juga harus siap-siap kecewa karena stok terbatas dan beberapa ukuran terlalu besar buat tubuh anda

 

 

 

 

 

 

2.9 Pasar sukawati


Tidak sulit mencari cendera mata khas Bali. Kalau boleh agak bombastis, hampir di setiap jengkal wilayah di Bali kita bisa mendapatkan oleh-oleh yang dapat menjadi kenangan kunjungan kita ke pulau Dewata ini. Kali ini saya akan menceritakan pusat belanja oleh-oleh yang ada di kota Denpasar yaitu Pasar Airlangga. Pusat perbelanjaan yang ada di jalan Nusakambangan ini adalah semacam supermarket oleh-oleh khas Bali.

Begitu turun dari mobil, seorang karyawan tergopoh-gopoh menyambangi kami untuk membagikan selembar kupon souvenir gratis. Kupon ini dapat ditukar di kasir saat membayar barang belanjaan. Kami lalu masuk ke dalam ruangan yang maha luas. Ukurannya kira-kira sama dengan gedung hipermarket yang ada di kota besar. Bedanya, gedung ini tidak dilengkapi dengan penyejuk ruangan sehingga terasa gerah.

Ada berbagai macam barang dagangan, namun didominasi oleh pakaian, mulai dari baju anak-anak sampai dengan dewasa. Tentu saja dengan model dam motif khas Bali. Selain itu dijual juga berbagai macam hasil kerajinan tangan [handy craft], seperti mainan tradisional, hiasan ukiran kayu, lilin aromatik, lukisan, dll. Ada juga makanan kahas Bali, seperti kacang tanah dan kopi. Kalau Anda pernah ke Yogyakarta, Anda tentu tidak akan merasa asing dengan berbagai macam barang yang dijual di sini. Hampir semuanya mirip, hanya berbeda dalam motif dan model saja.

Keuntungan berbelanja di sini adalah soal kepraktisan. Dengan berkunjung ke satu tempat, kita dapat memilih berbagai macam jenis oleh-oleh. Selain itu, harga yang dicantumkan juga harga mati. Tidak bisa ditawar lagi. Bagi wisatawan yang kurang lihai menawar, atau sering tidak tegaan, hal ini menguntungkan karena mereka akan mendapat harga yang sudah pasti.

Situasi yang berbeda akan kita jumpai di pasar Sukawati. Pasar tradisional ini letaknya berada pada arah perjalanan dari Denpasar menuju Ubud. Dua tahun yang lalu, saya pernah berkunjung ke sini bersama dengan teman-teman satu angkatan dalam Pelatihan Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat. Saat itu kami mengingap di Sanur. Untuk pergi ke pasar Sukowati, kami rama-ramai menyewa taksi dengan tarif borongan Rp. 150.000,- pulang-pergi. Ongkos itu ditanggung secara ramai-ramai. Untuk menghemat ongkos, maka satu taksi dijejali enam penumpang.

Pasar Sukawati menempati bangunan dua lantai yang dikapling-kapling membentuk kios-kios. Untuk berbelanja di sini, wisatawan harus lihai dalam menawar. Tips dasarnya adalah menawar hingga di bawah dari separih harga yang disebutkan pertama kali oleh penjualnya. Jangan tunjukkan muka pengin. Pura-pura cuek saja, meski hati kecil sangat menginginkan barang itu. Jika pedagang pelit menurunkan harga, pura-puralah meninggalkan dia menuju kios lain. Biasanya pedagang akan memanggil kita kembali. Dia akan meminta tambahan harga sedikit atau membujuk kita membeorong dalam jumlah banyak. Dalam hal ini teguhkanlah iman Anda. Jangan goyah.

Keuntungan lain berbelanja di pasar Sukawati adalah kesempatan berinteraksi dengan penduduk Bali. Kesempatan ini tidak Anda temui di pasar Airlangga, karena Anda hanya berhadapan dengan barang-barang dagangan dan wajah kasir yang beku. Kalau mau menyisihkan waktu, Anda pun dapat berkunjung ke bengkel-bengkel kerja seniman tradisional yang banyak tersebar di sekitar pasar. Sukawati termasuk salah satu pusat aktivitas kebudayaan di pulai Bali. Pada zaman dahulu, seorang raja mengumpulkan para seniman terbaik dari seluruh penjuru negeri untuk dikaryakan membangun sebuah istana megah di wilayah Sukawati ini.

Sebenarnya masih ada satu pasar oleh-oleh yang tak kalah menariknya yaitu Pasar Fair Trade di Sanur. Sayang sekali saya belum sempay berkunjung ke sana. Pasar fair Trade memiliki ciri khas dalam pola hubungan kemitraan antara pengrajin dengan penjual. Jika dalam pola perdagangan biasa, pedagang punya otoritas mutlak dalam menentukan harga, maka dalam fair trade ini harga sebuah produk ditentukan berdasarkan kesepakatan antara pengrajin dan penjual. Dengan demikian, pengrajin mendapatkan imbalan yang layak. Kelebihan lainnya adalah soal kelestarian lingkungan. Pengrajin-pengrajin yang bergabung dalam jarungan fair trade ini didorong untuk memperhatikan aspek pelestarian lingkungan dalam mencari bahan baku maupun dalam proses berkarya.

 

 

 

 

 

 

2.12  Pusat Oleh-Oleh Cening Ayu

 

Cening Ayu adalah sebuah toko yang menjual oleh-oleh khas Bali/pusat oleh-oleh khas Bali. Cening Ayu berasal dari kata Cening berarti “Gadis” dan Ayu berarti “Cantik”. Jadi Cening Ayu artinya “Gadis yang Cantik”. Pusat oleh-oleh yang dijual di toko ini semua khas Bali ada berbagai aneka barang dan makanan yang dijual di pusat oleh-oleh ini misalnya : dodol salak, dodol sirsak, aneka makanan camilan, aksesoris dan baju dari banyak ukuran dan masih banyak lagi. Pembeli yang ingin beli makanan di toko Cening Ayu ada sample untuk mencicipi makanan yang ingin dibeli. Jadi yang beli makanan bisa memilih makanan sesuai selera, dan harganya mahal. Pusat oleh-oleh tersebut berada di pinggir jalan dan rumah yang kecil tetapi kalau sudah masuk ke dalam pusat oleh-oleh keadaannya luas dan penjual yang menjualnya lengkap dan berbagai macam barang, makanan, terdapat di pusat oleh-oleh tersebut. Pusat oleh-oleh ramai pengunjung yang ingin membeli khas Bali.

2.13  Galuh

 

Galuh merupakan salah satu toko pakaian dan aksesoris yang terdapat di Bali. Disini kita dapat membeli barang-barang khas Bali. Pakaian yang dijual disini banyak macamnya seperti rok-rok batik, berbagai jenis kaos berbagai ukuran, celana pendek berbagai motif, baju untuk anak-anak dan orang dewasa semuanya terdapat disini dan tentunya masih banyak lagi. Bukan hanya pakaian yang ada disini tetapi juga terdapat berbagai macam sandal, gantungan kunci, tas dan dompet yang beraneka ragam warna.

 

 

 

 

2.14 Pusat oleh-oleh dewata

Sebagai pusat souvenir & oleh – oleh khas Bali, kami selalu memberikan pelayanan terbaik dan kepuasan dalam berbelanja kepada seluruh pengunjung maupun pelanggan. Kami memberikan beraneka pilihan produk – produk yang selalu mencitrakan unsur dan nuansa etnik Bali di setiap produk. Ditunjang dengan kualitas yang terjamin dan harga yang sangat terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.

Selain pakaian, kerajinan tangan dan aneka makanan khas Bali , kami juga menawarkan lokasi yang sangat strategis dekat tempat wisata Pantai Sanur, dengan akses perjalanan yang sangat mudah ditempuh dari beragam tempat wisata lainnya. Hamparan area parkir yang sangat luas merupakan salah satu upaya kami untuk memberikan kepuasan, kenyamanan, dan keamanan kepada semua pengunjung.

Semuanya itu kami berikan untuk menunjang motto kami, yaitu Pusat Souvenir dan Oleh – Oleh Khas Bali yang TERLENGKAP, TERBESAR dan BERKUALITAS

 

 

2.1 Pura Luhur Uluwatu

Pura Luhur Uluwatu

Pura Luhur Uluwatu atau Pura Uluwatu merupakan pura yang berada di wilayah Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Badung.

Pura yang terletak di ujung barat daya pulau Bali di atas anjungan batu karang yang terjal dan tinggi serta menjorok ke laut ini merupakan Pura Sad Kayangan yang dipercaya oleh orang Hindu sebagai penyangga dari 9 mata angin. Pura ini pada mulanya digunakan menjadi tempat memuja seorang pendeta suci dari abad ke-11 bernama Empu Kuturan. Ia menurunkan ajaran Desa Adat dengan segala aturannya. Pura ini juga dipakai untuk memuja pendeta suci berikutnya, yaitu Dang Hyang Nirartha, yang datang ke Bali di akhir tahun 1550 dan mengakhiri perjalanan sucinya dengan apa yang dinamakan Moksah atau Ngeluhur di tempat ini. Kata inilah yang menjadi asal nama Pura Luhur Uluwatu.[1]

Pura Uluwatu terletak pada ketinggian 97 meter dari permukaan laut. Di depan pura terdapat hutan kecil yang disebut alas kekeran, berfungsi sebagai penyangga kesucian pura.

Pura Uluwatu mempunra pesanakan itu yaitu Pura Bajurit, Pura Pererepan, Pura Kulat, Pura Dalem Selonding dan Pura Dalem Pangleburan. Masing-masing pura ini mempunyai kaitan erat dengan Pura Uluwatu, terutama pada hari-hari piodalan-nya. Piodalan di Pura Uluwatu, Pura Bajurit, Pura Pererepan dan Pura Kulat jatuh pada Selasa Kliwon Wuku Medangsia setiap 210 hari. Manifestasi Tuhan yang dipuja di Pura Uluwatu adalah Dewa Rudra.[2]

Pura Uluwatu juga menjadi terkenal karena tepat di bawahnya adalah pantai Pecatu yang sering kali digunakan sebagai tempat untuk olahraga selancar, bahkan even internasional seringkali diadakan di sini. Ombak pantai ini terkenal amat cocok untuk dijadikan tempat selancar selain keindahan alam Bali yang memang amat cantik

2.2 Pantai Dreamland

Pantai Dreamland

Pantai Dreamland adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Bali di daerah bernama Pecatu. Pantai Dreamland dikelilingi oleh tebing-tebing yang menjulang tinggi, dan dikelilingi batu karang yang lumayan besar di sekitar pantai. Lokasi pantai ini berada dalam kompleks Bali Pecatu Graha (Kuta Golf Link Resort) yaitu sekitar 30 menit dari pantai Kuta.

Pantai Dreamland sendiri hampir mirip dengan pantai Kuta. Pasir putih dan celah karang yang terjal menjadi pemandangan yang begitu memikat mata untuk dipandang. Lokasi berpasir putih bersih di pantai sempit tepat di bawah dinding karang curam cocok untuk menikmati matahari tenggelam atau sekedar menyaksikan atraksi para peselancar. Ombaknya yang tinggi dan besar banyak diminati oleh para penggemar olahraga selancar air (surfing), bahkan Dreamland sudah dijadikan semacam surfing spot baru untuk kawasan Bali.

Asal nama

Asal usul nama Dreamland dikarenakan dulu di area ini sempat terdapat sebuah proyek perumahan dan objek wisata. Namun proyek tersebut terhambat dan terbengkalai sedangkan para penduduk desa Pecatu yang dulunya hidup sebagai petani sangat berharap proyek selesai dan mereka bisa menekuni bisnis lain di bidang pariwisata. Karena itulah lahan disekitar pantai disebut dengan Dreamland (tanah impian).[1]

 

Pantai Dreamland dilihat dari atas bukit

Pengembangan

Pelataran pantai indah ini semula hanya titik kecil dari areal 900 hektar milik PT Bali Pecatu Graha (BPG) yang sempat heboh di tahun 1996. Lahan seluas itu diborong untuk disulap menjadi resor superluks “Resor Pecatu Indah”.

Konon resor itu akan dipadukan dengan kawasan wisata, seraya memanfaatkan keindahan dan keaslian alam, sekaligus pelestarian lingkungan hidup. Pemilik resor tersebut, Tommy Soeharto, anak mantan Presiden Soeharto, hendak membuat “lingkungan permukiman dan wisata paling unik di seluruh Asia Tenggara“. Tapi seiring Indonesia tersapu krisis moneter dan krisis kredibilitas pimpinan, megaproyek ini mulai meredup.

 

 

 

 

 

 

2.3    Tari Barong

Tari Barong adalah pertunjukan seni paling populer dan diminati oleh wisatawan di Bali seperti Tari Kecak Uluwatu. Belum lengkaplah liburan ke Bali, sebelum menonton pertunjukan seni berkualitas ini.

Tari Barong adalah tarian khas Bali yang berasal dari khazanah kebudayaan Pra-Hindu. Tarian ini menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan kebatilan (adharma). Wujud kebajikan dilakonkan oleh Barong, yaitu penari dengan kostum binatang berkaki empat, sementara wujud kebatilan dimainkan oleh Rangda, yaitu sosok yang menyeramkan dengan dua taring runcing di mulutnya.

Ada beberapa jenis Tari Barong yang biasa ditampilkan di Pulau Bali, di antaranya Barong Ket, Barong Bangkal (babi), Barong Gajah, Barong Asu (anjing), Barong Brutuk, serta Barong-barongan. Namun, di antara jenis-jenis Barong tersebut yang paling sering menjadi suguhan wisata adalah Barong Ket, atau Barong Keket yang memiliki kostum dan tarian cukup lengkap.

Kostum Barong Ket umumnya menggambarkan perpaduan antara singa, harimau, dan lembu. Di badannya dihiasi dengan ornamen dari kulit, potongan-potongan kaca cermin, dan juga dilengkapi bulu-bulu dari serat daun pandan. Barong ini dimainkan oleh dua penari (juru saluk/juru bapang): satu penari mengambil posisi di depan memainkan gerak kepala dan kaki depan Barong, sementara penari kedua berada di belakang memainkan kaki belakang dan ekor Barong.

Secara sekilas, Barong Ket tidak jauh berbeda dengan Barongsai yang biasa dipertunjukkan oleh masyarakat Cina. Hanya saja, cerita yang dimainkan dalam pertunjukan ini berbeda, yaitu cerita pertarungan antara Barong dan Rangda yang dilengkapi dengan tokoh-tokoh lainnya, seperti Kera (sahabat Barong), Dewi Kunti, Sadewa (anak Dewi Kunti), serta para pengikut Rangda.

Foto – foto Tari Barong Kuta & Batubulan

 

 

 

 

2.6 Pantai Sanur

Suasana di Pantai Sanur

Pantai Sanur adalah sebuah tempat pelancongan pariwisata yang terkenal di pulau Bali. Tempat ini letaknya adalah persis di sebelah timur kota Denpasar, ibukota Bali. Sanur berada di Kotamadya Denpasar.

Berkas:Sun Rise in Sanur.jpg

Sanur saat Matahari Terbit

Pantai Sanur terutama adalah lokasi untuk berselancar (surfing). Terutama ombak pantai Sanur sudah termasyhur di antara para wisatawan mancanegara. Tak jauh lepas Pantai Sanur terdapat juga lokasi wisata selam dan snorkeling. Oleh karena kondisinya yang ramah, lokasi selam ini dapat digunakan oleh para penyelam dari semua tingkatan keahlian.

Pantai Sanur juga dikenal sebagai Sunrise beach (pantai matahari terbit) sebagai lawan dari Pantai Kuta.

Karena lokasinya yang berada di sebelah timur pulau Bali, maka pantai Bali ini menjadi lokasi yang tepat untuk menikmati sunrise atau matahari terbit. Hal ini menjadikan tempat wisata ini makin menarik, bahkan ada sebuah ruas di pantai Sanur ini yang bernama pantai Matahari Terbit karena pemandangan saat matahari terbit sangat indah jika dilihat dari sana.

Sepanjang pantai Bali ini menjadi tempat yang pas untuk melihat matahari terbit. Apalagi sekarang sudah dibangun semacam sanderan yang berisi pondok-pondok mungil yang bisa dijadikan tempat duduk-duduk menunggu matahari terbit. Selain itu, ombak di pantai ini relatif lebih tenang sehingga sangat cocok untuk ajang rekreasi pantai anak-anak dan tidak berbahaya.

Selain itu, pengunjung bisa melihat matahari terbit dengan berenang di pantai. Sebagian kawasan pantai ini mempunyai pasir berwarna putih yang eksotis. Dilengkapi dengan pohon pelindung, pengunjung bisa duduk-duduk sambil menikmati jagung bakar ataupun lumpia yang banyak dijajakan pedagang kaki lima.

Sepanjang tempat wisata pantai Bali ini sekarang sudah dilengkapi dengan penunjang wisata berupa hotel, restoran ataupun kafe-kafe kecil serta art shop. Salah satu hotel tertua di Bali dibangun di pantai ini. Hotel ini bernama Ina Grand Bali Beach yang terletak persis di tepi pantai. Selain itu, sepanjang garis pantai juga dibangun semacam area pejalan kaki yang seringkali digunakan sebagai jalur jogging oleh wisatawan ataupun masyarakat lokal. Jalur ini terbentang ke arah selatan melewati pantai Shindu, pantai Karang hingga Semawang sehingga wisatawan bisa berolahraga sekaligus menikmati pemandangan pantai di pagi hari

2.7 Pantai Kuta

Pantai Kuta di sore hari.

Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Denpasar, ibu kota Bali, Indonesia. Kuta terletak di Kabupaten Badung. Daerah ini merupakan sebuah tujuan wisata turis mancanegara, dan telah menjadi objek wisata andalan Pulau Bali sejak awal 70-an. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach) sebagai lawan dari pantai Sanur.

Di Kuta terdapat banyak pertokoan, restoran dan tempat permandian serta menjemur diri. Selain keindahan pantainya, pantai Kuta juga menawarkan berbagai macam jenis hiburan lain misalnya bar dan restoran di sepanjang pantai menuju pantai Legian. Rosovivo, Ocean Beach Club, Kamasutra, adalah beberapa club paling ramai di sepanjang pantai Kuta.

Pantai ini juga memiliki ombak yang cukup bagus untuk olahraga selancar (surfing), terutama bagi peselancar pemula. Lapangan Udara I Gusti Ngurah Rai terletak tidak jauh dari Kuta.

 

Tempat Wisata Menarik Di Bali

Sebagai daerah tujuan wisata, Bali memiliki beberapa objek wisata yang bisa menjadi pilihan liburan. Berikut informasi singkat tentang tempat wisata bagus dan menarik di pulau dewata.

– Kintamani
Kintamani, yang terletak di kabupaten Bangli, menawarkan pemandangan danau yang indah sambil menikmati hidangan makan siang. Nikmati keindahan gunung dan danau Batur yang mengeluarkan asap yang memperindah suasana. Jangan lewatkan untuk mengunjungi objek wisata Toya Bungkah dan juga Trunyan yang terkenal dengan sistem pemakaman yang unik…selanjutnya

Pantai Dreamland
Pantai Dreamland di kawasan Ungasan, Pecatu terkenal akan pantainya yang indah dan ombaknya yang menantang. Bagi penggila olahraga surfing, tempat ini merupakan favorit. Jangan lewatkan juga untuk mengunjungi tempat wisata di sekitar tempat ini seperti GWK, Pura Uluwatu, Pantai Nyangnyang dan Pantai Suluban…selanjutnya

– Jalan celuk Karangasem – Singaraja
Dalam perjalanan dari kabupaten Karangasem menuju Buleleng melalui Jalan Celuk, kita dapat menyaksikan keindahan alam berupa pemandangan bebatuan hasil letusan gunung tertinggi di Bali, gunung Agung.Dalam Perjalanan ini akan melalui beberapa objek wisata seperti Amed, Tulamben, Desa Les, Air Sanih dan nikmati pemandangan indah sepanjang perjalanan…selanjutnya

– Pasar Seni Sukawati
Dari dulu hingga sekarang, pasar seni Sukawati telah menjadi pilihan favorit tempat belanja bagi wisata wan yang sedang liburan di pulau Bali….selanjutnya

– Ubud
Mau tahu pusat seni di Bali dan tempat dimana bisa menemukan kehidupan orang Bali yang sesungguhnya? Ubud adalah jawabannya. Ubud, yang terletak di kabupaten Gianyar, sejak dulu dikenal sebagai kampung seni...selanjutnya

Uluwatu
Uluwatu yang terletak di ujung selatan pulau Bali menampilkan keindahan pura Uluwatu yang berdiri kokoh di ujung tebing menghadap ke samudra hindia...selanjutnya

– Bedugul
Kawasan wisata Bedugul menawarkan beberapa object wisata yang bisa dikunjungi diantaranya Kebun Raya Bedugul yang menawarkan wisata alam seperti Treetop…selanjutnya

– Nusa Dua – Tanjung Benoa
Kawasan wisata Nusa Dua terkenal akan BTDC (Bali tourism Development Center) dan Tanjung Benoa terkenal sebagai pusat olahraga air di Bali…selanjutnya

Tanjung Benoa

Lokasi
Tanjung Benoa berada di ujung tenggara pulau Bali dan bertetanggaan dengan kawasan Nusa Dua. Dapat ditempuh dalam 35 menit dari Kuta, 40 menit dari Sanur dan 20 menit dari Airport NgurahRai.

Tanjung benoa menjadi tempat yang sangat cocok untuk kegiatan watersport atau olahraga air. Pantai di kawasan ini sangat tenang berbeda dengan di Kuta, Sanur atau Uluwatu sehingga menjandikan kawasan ini sebagai satu-satunya tempat untuk permainan-permainan menyenangkan ini.

Olah raga air yang bisa dinikmati di sini diantaranya adalah jetski, parasailing, banana boat, scuba diving, snorkeling , Glassbottom plus kunjungan ke Turtle Island (pulau penyu) dan Flying Fish.

Kegiatan biasanya dimulai di pagi hari sekitar jam 8 sampai dengan jam 12-an, karena setelah itu air akan surut dan Anda tidak bisa menikmati permainan-permainan lagi karena boatnya tidak bisa digunakan.

Dengan instruktur-instruktur yang handal, akan memberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan Anda saat menikmati permainan di sini.

 

Tanah Lot

Pura Tanah Lot

Tanah Lot’ adalah sebuah objek wisata di Bali, Indonesia. Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.

legenda

Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa. Ia adalah Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. Pada saat itu penguasa Tanah Lot, Bendesa Beraben, iri terhadap beliau karena para pengikutnya mulai meninggalkannya dan mengikuti Danghyang Nirartha. Bendesa Beraben menyuruh Danghyang Nirartha untuk meninggalkan Tanah Lot. Ia menyanggupi dan sebelum meninggalkan Tanah Lot beliau dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura disana. Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra. Akhir dari legenda menyebutkan bahwa Bendesa Beraben ‘akhirnya’ menjadi pengikut Danghyang Nirartha.

Pura Tanah Lot

Lokasi

Suasana di tepi pantai Tanah Lot

Obyek wisata tanah lot terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan. Disebelah utara Pura Tanah Lot terdapat sebuah pura yang terletak di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing ini menghubungkan pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan (melengkung). Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam (sunset), turis-turis biasanya ramai pada sore hari untuk melihat keindahan sunset di sini.

Fasilitas

Dari tempat parkir menuju ke area pura banyak dijumpai art shop dan warung makan atau sekedar kedai minuman. Juga tersedia toilet bersih yang harga sewanya cukup murah untuk kantong wisatawan domestik sekalipun.

Hari Raya

Odalan atau hari raya di Pura ini diperingati setiap 210 hari sekali, sama seperti pura-pura yang lain. Jatuhnya dekat dengan perayaan Galungan dan Kuningan yaitu tepatnya pada Hari Suci Buda Cemeng Langkir. Saat itu, orang yang sembahyang akan ramai bersembahyang di Pura Ini.

Diposkan oleh Odhi Bloggger di 16:03 Sabtu, 20 November 2010

Label: Sejarah Nasional, Sejarah Tarian

Sejarah Barong

Tari Barong adalah tarian khas Bali yang berasal dari khazanah kebudayaan Pra-Hindu. Tarian ini menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan kebatilan (adharma). Wujud kebajikan dilakonkan oleh Barong, yaitu penari dengan kostum binatang berkaki empat, sementara wujud kebatilan dimainkan oleh Rangda, yaitu sosok yang menyeramkan dengan dua taring runcing di mulutnya.

Ada beberapa jenis Tari Barong yang biasa ditampilkan di Pulau Bali, di antaranya Barong Ket, Barong Bangkal (babi), Barong Macan, Barong Landung. Namun, di antara jenis-jenis Barong tersebut yang paling sering menjadi suguhan wisata adalah Barong Ket, atau Barong Keket yang memiliki kostum dan tarian cukup lengkap.

Kostum Barong Ket umumnya menggambarkan perpaduan antara singa, harimau, dan lembu. Di badannya dihiasi dengan ornamen dari kulit, potongan-potongan kaca cermin, dan juga dilengkapi bulu-bulu dari serat daun pandan. Barong ini dimainkan oleh dua penari (juru saluk/juru bapang): satu penari mengambil posisi di depan memainkan gerak kepala dan kaki depan Barong, sementara penari kedua berada di belakang memainkan kaki belakang dan ekor Barong.

Secara sekilas, Barong Ket tidak jauh berbeda dengan Barongsai yang biasa dipertunjukkan oleh masyarakat Cina. Hanya saja, cerita yang dimainkan dalam pertunjukan ini berbeda, yaitu cerita pertarungan antara Barong dan Rangda yang dilengkapi dengan tokoh-tokoh lainnya, seperti Kera (sahabat Barong), Dewi Kunti, Sadewa (anak Dewi Kunti), serta para pengikut Rangda.

Macam-macam Tari Barong

Barong Ket :

Barong Ket atau Barong Keket adalah tari Barong yang paling banyak terdapat di Bali dan paling sering dipentaskan serta memiliki pebendaharaan gerak tari yang lengkap. Dari wujudnya, Barong Ket ini merupakan perpaduan antara singa, macan, sapi atau boma. Badan Barong ini dihiasi dengan ukiran-ukiran dibuat dari kulit, ditempel kaca cermin yang berkilauan dan bulunya dibuat dari perasok (serat dari daun sejenis tanaman mirip pandan), ijuk atau ada pula dari bulu burung gagak.

Barong Bangkal :

Bangkal artinya babi besar yang berumur tua, oleh sebab itu Barong ini menyerupai seekor bangkal atau bangkung, Barong ini biasa juga disebut Barong Celeng atau Barong Bangkung. Umumnya dipentaskan dengan berkeliling desa (ngelelawang) oleh dua orang penari pada hari-hari tertentu yang dianggap keramat atau saat terjadinya wabah penyakit menyerang desa tanpa membawakan sebuah lakon dan diiringi dengan gamelan batel / tetamburan

Barong Landung

Barong Landung adalah satu wujud susuhunan yg berwujud manusia tinggi mencapai 3 meter. Barong Landung tidak sama dengan barong ket yg sudah dikomersialisasikan. Barong Landung lebih sakral dan diyakini kekuatannya sebagai pelindung dan pemberi kesejahteraan umat. Barong Landung banyak dijumpai disekitar Bali Selatan, spt Badung, Denpasar, Gianyar, Tabanan.

Barong Macan

Sesuai dengan namanya, Barong ini menyerupai seekor macan dan termasuk jenis barong yang terkenal di kalangan masyarakat Bali. Dipentaskannya dengan berkeliling desa dan adakalanya dilengkapi dengan suatu dramatari semacam Arja serta diiringi dengan gamelan batel.

Rangda

Rangda adalah ratu dari para leak dalam mitologi Bali. Makhluk yang menakutkan ini diceritakan sering menculik dan memakan anak kecil serta memimpin pasukan nenek sihir jahat melawan Barong, yang merupakan simbol kekuatan baik.

sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5964733

Sejarah Bali

Sejarah Bali meliputi rentang waktu perkembangan kebudayaan masyarakat Bali. Sejarah Bali juga terkait dengan beberapa mitologi dan cerita rakyat, yang ada kaitannya dengan sejarah sebuah tempat atau peristiwa yang pernah ada di Bali.

Masa Prasejarah

Zaman prasejarah Bali merupakan awal dari sejarah masyarakat Bali, yang ditandai oleh kehidupan masyarakat pada masa itu yang belum mengenal tulisan. Walaupun pada zaman prasejarah ini belum dikenal tulisan untuk menuliskan riwayat kehidupannya, tetapi berbagai bukti tentang kehidupan pada masyarakat pada masa itu dapat pula menuturkan kembali keadaanya Zaman prasejarah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup panjang, maka bukti-bukti yang telah ditemukan hingga sekarang sudah tentu tidak dapat memenuhi segala harapan kita.

Berkat penelitian yang tekun dan terampil dari para ahli asing khususnya bangsa Belanda dan putra-putra Indonesia maka perkembangan masa prasejarah di Bali semakin terang. Perhatian terhadap kekunaan di Bali pertama-tama diberikan oleh seorang naturalis bernama Georg Eberhard Rumpf, pada tahun 1705 yang dimuat dalam bukunya Amboinsche Reteitkamer. Sebagai pionir dalam penelitian kepurbakalaan di Bali adalah W.O.J. Nieuwenkamp yang mengunjungi Bali pada tahun 1906 sebagai seorang pelukis. Dia mengadakan perjalanan menjelajahi Bali. Dan memberikan beberapa catatan antara lain tentang nekara Pejeng, desa Trunyan, Pura Bukit Penulisan. Perhatian terhadap nekara Pejeng ini dilanjutkan oleh K.C Crucq tahun 1932 yang berhasil menemukan tiga bagian cetakan nekara Pejeng di Pura Desa Manuaba desa Tegallalang.

Penelitian prasejarah di Bali dilanjutkan oleh Dr. H.A.R. van Heekeren dengan hasil tulisan yang berjudul Sarcopagus on Bali tahun 1954. Pada tahun 1963 ahli prasejarah putra Indonesia Drs. R.P. Soejono melakukan penggalian ini dilaksanakan secara berkelanjutan yaitu tahun 1973, 1974, 1984, 1985. Berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap benda-benda temuan yang berasal dari tepi pantai Teluk Gilimanuk diduga bahwa lokasi Situs Gilimanuk merupakan sebuah perkampungan nelayan dari zaman perundagian di Bali. Di tempat ini sekarang berdiri sebuah museum.

Berdasarkan bukti-bukti yang telah ditemukan hingga sekarang di Bali, kehidupan masyarakat ataupun penduduk Bali pada zaman prasejarah Bali dapat dibagi menjadi :

  1. Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana
  2. Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut
  3. Masa bercocok tanam
  4. Masa perundagian

Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana

Sisa-sisa dari kebudayaan paling awal diketahui dengan penelitian-penelitian yang dilakukan sejak tahun 1960 dengan ditemukan di desa Sambiran (Buleleng Timur), dan ditepi timur dan tenggara Danau Batur (Kintamani) alat-alat batu yang digolongkan kapak genggam, kapak berimbas, serut dan sebagainya. Alat-alat batu yang dijumpai di kedua daerah tersebut kini disimpan di museum Gedung Arca di Bedahulu Gianyar.

Kehidupan penduduk pada masa ini adalah sederhana sekali, sepenuhnya tergantung pada alam lingkungannya. Mereka hidup mengembara dari satu tempat ketempat lainnya (nomaden). Daerah-daerah yang dipilihnya ialah daerah yang mengandung persediaan makanan dan air yang cukup untuk menjamin kelangsungan hidupnya. Hidup berburu dilakukan oleh kelompok kecil dan hasilnya dibagi bersama. Tugas berburu dilakukan oleh kaum laki-laki, karena pekerjaan ini memerlukan tenaga yang cukup besar untuk menghadapi segala bahaya yang mungkin terjadi. Perempuan hanya bertugas untuk menyelesaikan pekerjaan yang ringan misalnya mengumpulkan makanan dari alam sekitarnya. Hingga saat ini belum ditemukan bukti-bukti apakah manusia pada masa itu telah mengenal bahasa sebagai alat bertutur satu sama lainnya.

Walaupun bukti-bukti yang terdapat di Bali kurang lengkap, tetapi bukti-bukti yang ditemukan di daerah Pacitan dapatlah kiranya dijadikan pedoman. Para ahli memperkirakan bahwa alat-alat batu dari Pacitan yang sezaman dan mempunyai banyak persamaan dengan alat-alat batu dari Sembiran, dihasilkan oleh jenis manusia. Pithecanthropus erectus atau keturunannya. Kalau demikian mungkin juga alat-alat baru dari Sambiran dihasilkan oleh manusia jenis Pithecanthropus atau keturunannya.

Masa Berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut

Pada masa ini corak hidup yang berasal dari masa sebelumnya masih berpengaruh. Hidup berburu dan mengumpulkan makanan yang terdapat dialam sekitar dilanjutkan terbukti dari bentuk alatnya yang dibuat dari batu, tulang dan kulit kerang. Bukti-bukti mengenai kehidupan manusia pada masa mesolithik berhasil ditemukan pada tahun 1961 di Gua Selonding, Pecatu (Badung). Goa ini terletak di Pegunungan gamping di semenanjung Benoa. Di daerah ini terdapat goa yang lebih besar ialah goa Karang Boma, tetapi goa ini tidak memberikan suatu bukti tentang kehidupan yang pernah berlangsung disana.Dalam penggalian goa Selonding ditemukan alat-alat terdiri dari alat serpih dan serut dari batu dan sejumlah alat-alat dari tulang. Diantara alat-alat tulang terdapat beberapa lencipan muduk yaitu sebuah alat sepanjang 5 cm yang kedua ujungnya diruncingkan.

Alat-alat semacam ini ditemukan pula di goa-goa Sulawesi Selatan pada tingkat perkembangan kebudayaan Toala dan terkenal pula di Australia Timur. Di luar Bali ditemukan lukisan dinding-dinding goa , yang menggambarkan kehidupan sosial ekonomi dan kepercayaan masyarakat pada waktu itu. Lukisan-lukisan di dinding goa atau di dinding-dinding karang itu antara lain yang berupa cap-cap tangan, babi rusa, burung, manusia, perahu, lambang matahari, lukisan mata dan sebagainya. Beberapa lukisan lainnya ternyata lebih berkembang pada tradisi yang lebih kemudian dan artinya menjadi lebih terang juga diantaranya adalah lukisan kadal seperti yang terdapat di pulau Seram dan Irian Jaya, mungkin mengandung arti kekuatan magis yang dianggap sebagai penjelmaan roh nenek moyang atau kepala suku.

Masa bercocok tanam

Masa bercocok tanam lahir melalui proses yang panjang dan tak mungkin dipisahkan dari usaha manusia prasejarah dalam memenuhi kebutuhan hidupnya pada masa-masa sebelumnya. Masa neolithik amat penting dalam sejarah perkembangan masyarakat dan peradaban, karena pada masa ini beberapa penemuan baru berupa penguasaan sumber-sumber alam bertambah cepat. Penghidupan mengumpulkan makanan (food gathering) berubah menjadi menghasilkan makanan (food producing). Perubahan ini sesungguhnya sangat besar artinya mengingat akibatnya yang sangat mendalam serta meluas kedalam perekonomian dan kebudayaan.

Sisa-sisa kehidupan dari masa bercocok tanam di Bali antara lain berupa kapak batu persegi dalam berbagai ukuran, belincung dan panarah batang pohon. Dari teori Kern dan teori Von Heine Geldern diketahui bahwa nenek moyang bangsa Austronesia, yang mulai datang di kepulauan kita kira-kira 2000 tahun S.M ialah pada zaman neolithik. Kebudayaan ini mempunyai dua cabang ialah cabang kapak persegi yang penyebarannya dari dataran Asia melalui jalan barat dan peninggalannya terutama terdapat di bagian barat Indonesia dan kapak lonjong yang penyebarannya melalui jalan timur dan peninggalan-peninggalannya merata dibagian timur negara kita. Pendukung kebudayaan neolithik (kapak persegi) adalah bangsa Austronesia dan gelombang perpindahan pertama tadi disusul dengan perpindahan pada gelombang kedua yang terjadi pada masa perunggu kira-kira 500 S.M. Perpindahan bangsa Austronesia ke Asia Tenggara khususnya dengan memakai jenis perahu cadik yang terkenal pada masa ini. Pada masa ini diduga telah tumbuh perdagangan dengan jalan tukar menukar barang (barter) yang diperlukan. Dalam hal ini sebagai alat berhubungan diperlukan adanya bahasa. Para ahli berpendapat bahwa bahasa Indonesia pada masa ini adalah Melayu Polinesia atau dikenal dengan sebagai bahasa Austronesia.

Masa Perundagian

Gong, yang ditemukan pula di berbagai tempat di Nusantara, merupakan alat musik yang diperkirakan berakar dari masa perundagian.

Dalam masa neolithik manusia bertempat tinggal tetap dalam kelompok-kelompok serta mengatur kehidupannya menurut kebutuhan yang dipusatkan kepada menghasilkan bahan makanan sendiri (pertanian dan peternakan). Dalam masa bertempat tinggal tetap ini, manusia berdaya upaya meningkatkan kegiatan-kegiatannya guna mencapai hasil yang sebesar-besarnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pada zaman ini jenis manusia yang mendiami Indonesia dapat diketahui dari berbagai penemuan sisa-sisa rangka dari berbagai tempat, yang terpenting diantaranya adalah temuan-temuan dari Anyer Lor (Jawa Barat), Puger (Jawa Timur), Gilimanuk (Bali) dan Melolo (Sumbawa). Dari temuan kerangka yang banyak jumlahnya menunjukkan ciri-ciri manusia. Sedangkan penemuan di Gilimanuk dengan jumlah kerangka yang ditemukan 100 buah menunjukkan ciri Mongolaid yang kuat seperti terlihat pada gigi dan muka. Pada rangka manusia Gilimanuk terlihat penyakit gigi dan encok yang banyak menyerang manusia ketika itu.

Berdasarkan bukti-bukti yang telah ditemukan dapat diketahui bahwa dalam masyarakat Bali pada masa perundagian telah berkembang tradisi penguburan dengan cara-cara tertentu. Adapun cara penguburan yang pertama ialah dengan mempergunakan peti mayat atau sarkofagus yang dibuat dari batu padas yang lunak atau yang keras.Cara penguburannya ialah dengan mempergunakan tempayan yang dibuat dari tanah liat seperti ditemukan di tepi pantai Gilimanuk (Jembrana). Benda-benda temuan ditempat ini ternyata cukup menarik perhatian diantaranya terdapat hampir 100 buah kerangka manusia dewasa dan anak-anak, dalam keadaan lengkap dan tidak lengkap. Tradisi penguburan dengan tempayan ditemukan juga di Anyer Jawa Barat, Sabang (Sulawesi Selatan), Selayar, Roti dan Melolo (Sumba). Di luar Indonesia tradisi ini berkembang di Filipina, Thailand, Jepang dan Korea.

Kebudayaan megalithik ialah kebudayaan yang terutama menghasilkan bangunan-bangunan dari batu-batu besar. Batu-batu ini mempunyai biasanya tidak dikerjakan secara halus, hanya diratakan secara kasar saja untuk mendapat bentuk yang diperlukan. di daerah Bali tradisi megalithik masih tampak hidup dan berfungsi di dalam kehidupan masyarakat dewasa ini. Adapun temuan yang penting ialah berupa batu berdiri (menhir) yang terdapat di Pura Ratu Gede Pancering Jagat di desa Trunyan. Di Pura in terdapat sebuah arca yang disebut arca Da Tonta yang memiliki ciri-ciri yang berasal dari masa tradisi megalithik. Arca ini tingginya hampir 4 meter. Temuan lainnya ialah di desa Sembiran (Buleleng), yang terkenal sebagai desa Bali kuna, disamping desa-desa Trunyan dan Tenganan. Tradisi megalithik di desa Sembiran dapat dilihat pada pura-pura yang dipuja penduduk setempat hingga dewasa ini. dari 20 buah pura ternyata 17 buah pura menunjukkan bentuk-bentuk megalithik dan pada umumnya dibuat sederhana sekali. Diantaranya ada berbentuk teras berundak, batu berdiri dalam palinggih dan ada pula yang hanya merupakan susunan batu kali.

Temuan lainnya yang penting juga ialah berupa bangunan-bangunan megalithik yang terdapat di desa Gelgel (Klungkung).Temuan yang penting di desa Gelgel ialah sebuah arca menhir yaitu terdapat di Pura Panataran Jro Agung. Arca menhir ini dibuat dari batu dengan penonjolan kelamin wanita yang mengandung nilai-nilai keagamaan yang penting yaitu sebagai lambang kesuburan yang dapat memberi kehidupan kepada masyarakat.

 

 

 

 

Masuknya Agama Hindu

Gua Gajah (sekitar abad XI), salah satu peninggalan masa awal periode Hindu di Bali.

Berakhirnya zaman prasejarah di Indonesia ditandai dengan datangnya bangsa dan pengaruh Hindu. Pada abad-abad pertama Masehi sampai dengan lebih kurang tahun 1500, yakni dengan lenyapnya kerajaan Majapahit merupakan masa-masa pengaruh Hindu. Dengan adanya pengaruh-pengaruh dari India itu berakhirlah zaman prasejarah Indonesia karena didapatkannya keterangan tertulis yang memasukkan bangsa Indonesia ke dalam zaman sejarah. Berdasarkan keterangan-keterangan yang ditemukan pada prasasti abad ke-8 Masehi dapatlah dikatakan bahwa periode sejarah Bali Kuno meliputi kurun waktu antara abad ke-8 Masehi sampai dengan abad ke-14 Masehi dengan datangnya ekspedisi Mahapatih Gajah Mada dari Majapahit yang dapat mengalahkan Bali. Nama Balidwipa tidaklah merupakan nama baru, namun telah ada sejak zaman dahulu. Hal ini dapat diketahui dari beberapa prasasti, di antaranya dari prasasti Blanjong yang dikeluarkan oleh Sri Kesari Warmadewa pada tahun 913 Masehi yang menyebutkan kata “Walidwipa”. Demikian pula dari prasasti-prasasti Raja Jayapangus, seperti prasasti Buwahan D dan prasasti Cempaga A yang berangka tahun 1181 Masehi.

Di antara raja-raja Bali, yang banyak meninggalkan keterangan tertulis yang juga menyinggung gambaran tentang susunan pemerintahan pada masa itu adalah Udayana, Jayapangus , Jayasakti, dan Anak Wungsu. Dalam mengendalikan pemerintahan, raja dibantu oleh suatu Badan Penasihat Pusat. Dalam prasasti tertua 882 Masehi–-914 Masehi badan ini disebut dengan istilah “panglapuan”. Sejak zaman Udayana, Badan Penasihat Pusat disebut dengan istilah “pakiran-kiran i jro makabaihan”. Badan ini beranggotakan beberapa orang senapati dan pendeta Siwa dan Budha.

Di dalam prasasti-prasasti sebelum Raja Anak Wungsu disebut-sebut beberapa jenis seni yang ada pada waktu itu. Akan tetapi, baru pada zaman Raja Anak Wungsu, kita dapat membedakan jenis seni menjadi dua kelompok yang besar, yaitu seni keraton dan seni rakyat. Tentu saja istilah seni keraton ini tidak berarti bahwa seni itu tertutup sama sekali bagi rakyat. Kadang-kadang seni ini dipertunjukkan kepada masyarakat di desa-desa atau dengan kata lain seni keraton ini bukanlah monopoli raja-raja.

Dalam bidang agama, pengaruh zaman prasejarah, terutama dari zaman megalitikum masih terasa kuat. Kepercayaan pada zaman itu dititikberatkan kepada pemujaan roh nenek moyang yang disimboliskan dalam wujud bangunan pemujaan yang disebut teras piramid atau bangunan berundak-undak. Kadang-kadang di atas bangunan ditempatkan menhir, yaitu tiang batu monolit sebagai simbol roh nenek moyang mereka. Pada zaman Hindu hal ini terlihat pada bangunan pura yang mirip dengan pundan berundak-undak. Kepercayaan pada dewa-dewa gunung, laut, dan lainnya yang berasal dari zaman sebelum masuknya Hindu tetap tercermin dalam kehidupan masyarakat pada zaman setelah masuknya agama Hindu. Pada masa permulaan hingga masa pemerintahan Raja Sri Wijaya Mahadewi tidak diketahui dengan pasti agama yang dianut pada masa itu. Hanya dapat diketahui dari nama-nama biksu yang memakai unsur nama Siwa, sebagai contoh biksu Piwakangsita Siwa, biksu Siwanirmala, dan biksu Siwaprajna. Berdasarkan hal ini, kemungkinan agama yang berkembang pada saat itu adalah agama Siwa. Baru pada masa pemerintahan Raja Udayana dan permaisurinya, ada dua aliran agama besar yang dipeluk oleh penduduk, yaitu agama Siwa dan agama Budha. Keterangan ini diperoleh dari prasasti-prasastinya yang menyebutkan adanya mpungku Sewasogata (SiwaBuddha) sebagai pembantu raja.

Masa 1343-1846

Masa ini dimulai dengan kedatangan ekspedisi Gajah Mada pada tahun 1343.

Kedatangan Ekspedisi Gajah Mada

Ekspedisi Gajah Mada ke Bali dilakukan pada saat Bali diperintah oleh Kerajaan Bedahulu dengan Raja Astasura Ratna Bumi Banten dan Patih Kebo Iwa. Dengan terlebih dahulu membunuh Kebo Iwa, Gajah Mada memimpin ekspedisi bersama Panglima Arya Damar dengan dibantu oleh beberapa orang arya. Penyerangan ini mengakibatkan terjadinya pertempuran antara pasukan Gajah Mada dengan Kerajaan Bedahulu. Pertempuran ini mengakibatkan raja Bedahulu dan putranya wafat. Setelah Pasung Grigis menyerah, terjadi kekosongan pemerintahan di Bali. Untuk itu, Majapahit menunjuk Sri Kresna Kepakisan untuk memimpin pemerintahan di Bali dengan pertimbangan bahwa Sri Kresna Kepakisan memiliki hubungan darah dengan penduduk Bali Aga. Dari sinilah berawal wangsa Kepakisan.

Periode Gelgel

Karena ketidakcakapan Raden Agra Samprangan menjadi raja, Raden Samprangan digantikan oleh Dalem Ketut Ngulesir. Oleh Dalem Ketut Ngulesir, pusat pemerintahan dipindahkan ke Gelgel (dibaca /gɛl’gɛl/). Pada saat inilah dimulai Periode Gelgel dan Raja Dalem Ketut Ngulesir merupakan raja pertama. Raja yang kedua adalah Dalem Watu Renggong (1460—1550). Dalem Watu Renggong menaiki singgasana dengan warisan kerajaan yang stabil sehingga ia dapat mengembangkan kecakapan dan kewibawaannya untuk memakmurkan Kerajaan Gelgel. Di bawah pemerintahan Watu Renggong, Bali (Gelgel) mencapai puncak kejayaannya. Setelah Dalem Watu Renggong wafat ia digantikan oleh Dalem Bekung (1550—1580), sedangkan raja terakhir dari zaman Gelgel adalah Dalem Di Made (1605—1686).

 

 

Zaman Kerajaan Klungkung

Kerajaan Klungkung sebenarnya merupakan kelanjutan dari Dinasti Gelgel. Pemberontakan I Gusti Agung Maruti ternyata telah mengakhiri Periode Gelgel. Hal itu terjadi karena setelah putra Dalem Di Made dewasa dan dapat mengalahkan I Gusti Agung Maruti, istana Gelgel tidak dipulihkan kembali. Gusti Agung Jambe sebagai putra yang berhak atas takhta kerajaan, ternyata tidak mau bertakhta di Gelgel, tetapi memilih tempat baru sebagai pusat pemerintahan, yaitu bekas tempat persembunyiannya di Semarapura.

Dengan demikian, Dewa Agung Jambe (17101775) merupakan raja pertama zaman Klungkung. Raja kedua adalah Dewa Agung Di Made I, sedangkan raja Klungkung yang terakhir adalah Dewa Agung Di Made II. Pada zaman Klungkung ini wilayah kerajaan terbelah menjadi kerajaan-kerajaan kecil. Kerajaan-kerajaan kecil ini selanjutnya menjadi swapraja (berjumlah delapan buah) yang pada zaman kemerdekaan dikenal sebagai kabupaten.

Kerajaan-kerajaan pecahan Klungkung

  1. Kerajaan Badung, yang kemudian menjadi Kabupaten Badung.
  2. Kerajaan Bangli, yang kemudian menjadi Kabupaten Bangli.
  3. Kerajaan Buleleng, yang kemudian menjadi Kabupaten Buleleng.
  4. Kerajaan Gianyar, yang kemudian menjadi Kabupaten Gianyar.
  5. Kerajaan Karangasem, yang kemudian menjadi Kabupaten Karangasem.
  6. Kerajaan Klungkung, yang kemudian menjadi Kabupaten Klungkung.
  7. Kerajaan Tabanan, yang kemudian menjadi Kabupaten Tabanan.

Masa 1846-1949

Pada periode ini mulai masuk intervensi Belanda ke Bali dalam rangka “pasifikasi” terhadap seluruh wilayah Kepulauan Nusantara. Dalam proses yang secara tidak disengaja membangkitkan sentimen nasionalisme Indonesia ini, wilayah-wilayah yang belum ditangani oleh administrasi Batavia dicoba untuk dikuasai dan disatukan di bawah administrasi. Belanda masuk ke Bali disebabkan beberapa hal: beberapa aturan kerajaan di Bali yang dianggap mengganggu kepentingan dagang Belanda, penolakan Bali untuk menerima monopoli yang ditawarkan Batavia, dan permintaan bantuan dari warga Pulau Lombok yang merasa diperlakukan tidak adil oleh penguasanya (dari Bali).

Perlawanan Terhadap Orang-Orang Belanda

Masa ini merupakan masa perlawanan terhadap kedatangan bangsa Belanda di Bali. Perlawanan-perlawanan ini ditandai dengan meletusnya berbagai perang di wilayah Bali. Perlawanan-perlawanan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Perang Buleleng (1846) 2. Perang Jagaraga (1848–1849) 3. Perang Kusamba (1849) 4. Perang Banjar (1868) 5. Puputan Badung (1906) 6. Puputan Klungkung (1908) Dengan kemenangan Belanda dalam seluruh perang dan jatuhnya kerajaan Klungkung ke tangan Belanda, berarti secara keseluruhan Bali telah jatuh ke tangan Belanda.

 

Zaman Penjajahan Belanda

Sejak kerajaan Buleleng jatuh ke tangan Belanda mulailah pemerintah Belanda ikut campur mengurus soal pemerintahan di Bali. Hal ini dilaksanakan dengan mengubah nama raja sebagai penguasa daerah dengan nama regent untuk daerah Buleleng dan Jembrana serta menempatkan P.L. Van Bloemen Waanders sebagai controleur yang pertama di Bali.

Struktur pemerintahan di Bali masih berakar pada struktur pemerintahan tradisional, yaitu tetap mengaktifkan kepemimpinan tradisional dalam melaksanakan pemerintahan di daerah-daerah. Untuk di daerah Bali, kedudukan raja merupakan pemegang kekuasaan tertinggi, yang pada waktu pemerintahan kolonial didampingi oleh seorang controleur. Di dalam bidang pertanggungjawaban, raja langsung bertanggung jawab kepada Residen Bali dan Lombok yang berkedudukan di Singaraja, sedangkan untuk Bali Selatan, raja-rajanya betanggung jawab kepada Asisten Residen yang berkedudukan di Denpasar. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga administrasi, pemerintah Belanda telah membuka sebuah sekolah rendah yang pertama di Bali, yakni di Singaraja (1875) yang dikenal dengan nama Tweede Klasse School. Pada tahun 1913 dibuka sebuah sekolah dengan nama Erste Inlandsche School dan kemudian disusul dengan sebuah sekolah Belanda dengan nama Hollands Inlandshe School (HIS) yang muridnya kebanyakan berasal dari anak-anak bangsawan dan golongan kaya.

Lahirnya Organisasi Pergerakan

Akibat pengaruh pendidikan yang didapat, para pemuda pelajar dan beberapa orang yang telah mendapatkan pekerjaan di kota Singaraja berinisiatif untuk mendirikan sebuah perkumpulan dengan nama “Suita Gama Tirta” yang bertujuan untuk memajukan masyarakat Bali dalam dunia ilmu pengetahuan melalui ajaran agama. Sayang perkumpulan ini tidak burumur panjang. Kemudian beberapa guru yang masih haus dengan pendidikan agama mendirikan sebuah perkumpulan yang diberi nama “Shanti” pada tahun 1923. Perkumpulan ini memiliki sebuah majalah yang bernama “Shanti Adnyana” yang kemudian berubah menjadi “Bali Adnyana”.

Pada tahun 1925 di Singaraja juga didirikan sebuah perkumpulan yang diberi nama “Suryakanta” dan memiliki sebuah majalah yang diberi nama “Suryakanta”. Seperti perkumpulan Shanti, Suryakanta menginginkan agar masyarakat Bali mengalami kemajuan dalam bidang pengetahuan dan menghapuskan adat istiadat yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Sementara itu, di Karangasem lahir suatu perhimpunan yang bernama “Satya Samudaya Baudanda Bali Lombok” yang anggotanya terdiri atas pegawai negeri dan masyarakat umum dengan tujuan menyimpan dan mengumpulkan uang untuk kepentingan studie fons.

Zaman Pendudukan Jepang

Setelah melalui beberapa pertempuran, tentara Jepang mendarat di Pantai Sanur pada tanggal 18 dan 19 Februari 1942. Dari arah Sanur ini tentara Jepang memasuki kota Denpasar dengan tidak mengalami perlawanan apa-apa. Kemudian, dari Denpasar inilah Jepang menguasai seluruh Bali. Mula-mula yang meletakkan dasar kekuasaan Jepang di Bali adalah pasukan Angkatan Darat Jepang (Rikugun). Kemudian, ketika suasana sudah stabil penguasaan pemerintahan diserahkan kepada pemerintahan sipil.

Karena selama pendudukan Jepang suasana berada dalam keadaan perang, seluruh kegiatan diarahkan pada kebutuhan perang. Para pemuda dididik untuk menjadi tentara Pembela Tanah Air (PETA). Untuk daerah Bali, PETA dibentuk pada bulan Januari tahun 1944 yang program dan syarat-syarat pendidikannya disesuaikan dengan PETA di Jawa.

Zaman Kemerdekaan

Menyusul Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 23 Agustus 1945, Mr. I Gusti Ketut Puja tiba di Bali dengan membawa mandat pengangkatannya sebagai Gubernur Sunda Kecil. Sejak kedatangan beliau inilah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Bali mulai disebarluaskan sampai ke desa-desa. Pada saat itulah mulai diadakan persiapan-persiapan untuk mewujudkan susunan pemerintahan di Bali sebagai daerah Sunda Kecil dengan ibu kotanya Singaraja.

Sejak pendaratan NICA di Bali, Bali selalu menjadi arena pertempuran. Dalam pertempuran itu pasukan RI menggunakan sistem gerilya. Oleh karena itu, MBO sebagai induk pasukan selalu berpindah-pindah. Untuk memperkuat pertahanan di Bali, didatangkan bantuan ALRI dari Jawa yang kemudian menggabungkan diri ke dalam pasukan yang ada di Bali. Karena seringnya terjadi pertempuran, pihak Belanda pernah mengirim surat kepada Rai untuk mengadakan perundingan. Akan tetapi, pihak pejuang Bali tidak bersedia, bahkan terus memperkuat pertahanan dengan mengikutsertakan seluruh rakyat.

Untuk memudahkan kontak dengan Jawa, Rai pernah mengambil siasat untuk memindahkan perhatian Belanda ke bagian timur Pulau Bali. Pada 28 Mei 1946 Rai mengerahkan pasukannya menuju ke timur dan ini terkenal dengan sebutan “Long March”. Selama diadakan “Long March” itu pasukan gerilya sering dihadang oleh tentara Belanda sehingga sering terjadi pertempuran. Pertempuran yang membawa kemenangan di pihak pejuang ialah pertempuran Tanah Arun, yaitu pertempuran yang terjadi di sebuah desa kecil di lereng Gunung Agung, Kabupaten Karangasem. Dalam pertempuran Tanah Arun yang terjadi 9 Juli 1946 itu pihak Belanda banyak menjadi korban. Setelah pertempuran itu pasukan Ngurah Rai kembali menuju arah barat yang kemudian sampai di Desa Marga (Tabanan). Untuk lebih menghemat tenaga karena terbatasnya persenjataan, ada beberapa anggota pasukan terpaksa disuruh berjuang bersama-sama dengan masyarakat.

Puputan Margarana

Pada waktu staf MBO berada di desa Marga, I Gusti Ngurah Rai memerintahkan pasukannya untuk merebut senjata polisi NICA yang ada di kota Tabanan. Perintah itu dilaksanakan pada 18 November 1946 (malam hari) dan berhasil baik. Beberapa pucuk senjata beserta pelurunya dapat direbut dan seorang komandan polisi Nica ikut menggabungkan diri kepada pasukan Ngurah Rai. Setelah itu pasukan segera kembali ke Desa Marga. Pada 20 November 1946 sejak pagi-pagi buta tentara Belanda mulai nengadakan pengurungan terhadap Desa Marga. Kurang lebih pukul 10.00 pagi mulailah terjadi tembak-menembak antara pasukan Nica dengan pasukan Ngurah Rai. Pada pertempuran yang seru itu pasukan bagian depan Belanda banyak yang mati tertembak. Oleh karena itu, Belanda segera mendatangkan bantuan dari semua tentaranya yang berada di Bali ditambah pesawat pengebom yang didatangkan dari Makasar. Di dalam pertempuran yang sengit itu semua anggota pasukan Ngurah Rai bertekad tidak akan mundur sampai titik darah penghabisan. Di sinilah pasukan Ngurah Rai mengadakan “Puputan” atau perang habis-habisan di desa margarana sehingga pasukan yang berjumlah 96 orang itu semuanya gugur, termasuk Ngurah Rai sendiri. Sebaliknya, di pihak Belanda ada lebih kurang 400 orang yang tewas. Untuk mengenang peristiwa tersebut pada tanggal 20 november 1946 di kenal dengan perang puputan margarana, dan kini pada bekas arena pertempuran itu didirikan Tugu Pahlawan Taman Pujaan Bangsa.

Konferensi Denpasar

Pada tanggal 7 sampai 24 Desember 1946, Konferensi Denpasar berlangsung di pendopo Bali Hotel. Konferensi itu dibuka oleh Van Mook yang bertujuan untuk membentuk Negara Indonesia Timur (NIT) dengan ibu kota Makasar (Ujung Pandang).

Dengan terbentuknya Negara Indonesia Timur itu susunan pemerintahan di Bali dihidupkan kembali seperti pada zaman raja-raja dulu, yaitu pemerintahan dipegang oleh raja yang dibantu oleh patih, punggawa, perbekel, dan pemerintahan yang paling bawah adalah kelian. Di samping itu, masih ada lagi suatu dewan yang berkedudukan di atas raja, yaitu dewan raja-raja.

Penyerahan Kedaulatan

Agresi militer yang pertama terhadap pasukan pemeritahan Republik Indonesia yang berkedudukan di Yogyakarta dilancarakan oleh Belanda pada tanggal 21 Juli 1947. Belanda melancarkan lagi agresinya yang kedua 18 Desember 1948. Pada masa agresi yang kedua itu di Bali terus-menerus diusahakan berdirinya badan-badan perjuangan bersifat gerilya yang lebih efektif. Sehubungan dengan hal itu, pada Juli 1948 dapat dibentuk organisasi perjuangan dengan nama Gerakan Rakyat Indonesia Merdeka (GRIM). Selanjutnya, tanggal 27 November 1949, GRIM menggabungkan diri dengan organisasi perjuangan lainnya dengan nama Lanjutan Perjuangan. Nama itu kemudian diubah lagi menjadi Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) Sunda Kecil.

Sementara itu, Konferensi Meja Bundar (KMB) mengenai persetujuan tentang pembentukan Uni Indonesia – Belanda dimulai sejak akhir Agustus 1949. Akhirnya, 27 Desember 1949 Belanda mengakui kedaulatan RIS. Selanjutnya, pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS diubah menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Masa 1949-2007

Pada 12 Oktober 2002, terjadi pengeboman di daerah Kuta yang menyebabkan sekitar 202 orang meninggal dan ratusan lainnya luka-luka. Sebagian besar korban meninggal adalah warga Australia dan Indonesia

Gambar cewek cantik & pemula sedang membuat blogBlog memang sekarang sangat populer. Karena kemudahannya, setiap orang bisa membuat sebuah blog dengan sangat cepat dan mudah. berbeda dengan membuat website, membuat blog tidak dibutuhkan skill programming. Kita juga bisa lebih mudah menyalurkan ide dan kreativitas kita, karena isi blog mudah diupdate setiap saat kita mau. Ayo jangan ketinggalan sama yang lain, buat blog sekarang juga…! Baca kelanjutannya ya…

Dalam tutorial membuat blog ini, akan dibahas tutorial blog di wordpress.com saja. WordPress adalah penyedia layanan blog gratis yang sangat populer (selain wordpress.com, ada blogger.com yang tidak kalah populer).

 


Update: sehubungan dengan upgrade WordPress.com ke versi 2.7, maka saya menulis tutorial membuat blog yang baru. Sedangkan tutorial di halaman ini adalah untuk WordPress versi 2.5. Silakan klik di sini untuk melihat Tutorial Membuat Blog yang terbaru (versi 2.7).


 

1. Proses Pendaftaran dan Setup

  1. Pendaftaran. klik disini: http://id.wordpress.com klik pada tulisan “Sign Up Now” atau “Daftar”
  2. Ikuti proses pendaftaran sampai selesai kemudian coba login dengan user name dan password Anda.
  3. Yang perlu diperhatikan:
    • Judul blog Anda dan deskripsi blog Anda harus unik, jangan sampai Anda membiarkan bagian ini tidak diedit.
    • Isi email Anda yang aktif.
    • Pilih Bahasa Indonesia jika Anda mau menulis blog dalam bahasa Indonesia.
  4. Kemudian Anda masuk ke Dashboard (dasbor)

Tutorial Dashboard wordpress

Kembali ke Dashboard, menu bagian atas (berwarna biru muda) disebut menu utama, dan menu dibawahnya disebut sub menu. Menu Dashboard ini memiliki sub menu Dashboard, Blog Stats (statistik blog), Blog Surfer dan Tag Surfer (untuk mencari blog) dan My Comments. Untuk sementara biarkan apa adanya saja.

Pertama yang harus dibuka adalah menu Option (opsi) pastikan judul, tagline, language, dan email Anda benar. Perbolehkan orang mengirim komentar tanpa harus login ke wordpress.

Blog Language berbeda dengan Interface Language. Blog Language adalah bahasa Isi dari blog tersebut, misalnya isi blog Anda berbahasa Indonesia, maka pilihlah Blog Language Bahasa Indonesia (ada di menu Option atau Opsi).

Sedangkan Interface Language adalah bahasa yang digunakan dalam Control Panel ketika Anda login di WordPress.com. Saya lebih menyukai Interface Language Bahasa Inggris. (ada di menu User -> Your Profile, atau Pengguna -> Profil Anda).

Option menu WordPress

Buka sub menu Discussion (diskusi). Hilangkan cek pada pilihan “user must have approved comment”. Ini berarti bahwa siapa saja boleh berkomentar dalam blog Anda meskipun belum pernah komentar sama sekali.

2. Ubah tema blog Anda, buka menu Presentation (tampilan)

Ubah tema wordpress blog

Bagian ini biasanya paling lama dalam setup karena Anda akan menghadapi banyak pilihan. Setelah memilih tema, Anda bisa mengkonfigurasi widget:

  1. Dalam sub menu Themes, Anda bisa memilih tema yang Anda sukai, mau satu kolom, dua kolom, atau model lain terserah Anda.
  2. Anda bisa membuka sub menu Widgets, dalam sub menu ini, Anda bisa angkat junjung (drag & drop) Widgets. Widgets adalah fasilitas tambahan namun sangat penting untuk memperindah blog kita.
  3. Anda bisa membuka sub menu Custom Image Header, jika Anda menginginkan mengganti gambar header dengan gambar yang spesial.

Proses registrasi dan setup selesai. Coba lihat blog Anda di alamat http://username_anda.wordpress.com

Anda sudah tidak sabar untuk mencoba mengisi blog Anda? Mari kita lanjutkan dengan menulis artikel / posting.

3. Menulis Posting – Buka menu Write (Tulis)

Blog Tutorial WordPress - menu Write

Ada dua buah sub menu:

  1. Sub menu Write Post (Buat Tulisan) digunakan untuk menulis artikel di blog Anda. Ini yang paling sering Anda lakukan nantinya.
  2. Sub menu Write Page (Buat Halaman) digunakan untuk membuat halaman statis (misalnya profil Anda).

Pada saat kita mengaktifkan sub menu Write Post maka akan muncul jendela mirip Microsoft Word, yaitu tempat kita mengetik artikel kita.

Tutorial Blog - New Post

Perhatikan nomor-nomor gambar di atas:

  1. Judul posting Anda ditempatkan di sini.
  2. Anda bisa memilih mengedit secara visual atau code.
  3. Aktifkan icon show advanced toolbar.
  4. Isi tulisan Anda di sini.
  5. Isi Tag Anda dengan kata kunci (keyword), bisa lebih dari satu.
  6. Isi Category dengan kategori postingan Anda, bisa lebih dari satu. Misalnya: Design Grafis.
  7. Untuk mengupload (mengunggah) gambar.
  8. Aktifkan Allow Comment atau tidak terserah Anda.
  9. Tekan Save & Continue Editing untuk menyimpan blog Anda.

Di bagian atas ada icon-icon kecil sebagai tool buat menulis. Yang paling sering digunakan adalah:

  1. Bold (Control + B)
  2. Italic (Control + I)
  3. Membuat link, blok tulisan kemudian tekan (Alt + Shift A) atau Ctr + K
  4. Memasukkan gambar (Alt + Shift + M).

Jika Anda ingin memasukkan gambar, maka upload dulu gambar Anda (ada pilihan Upload / Unggah di bagian bawah). Selah gambar di-upload, pilih gambar tadi, klik kanan mouse dan pilih menu Copy Shortcut, Copy Link Location, atau Copy Link Address, baru Anda tekan Alt + Shift + M diikuti Control + V untuk mengisi alamat Gambar.

Shortcut ini mungkin berbeda untuk tiap browser, Anda bisa meraba dengan mouse icon-icon ini untuk mengetahui shortcut apa yang sesuai dengan browser Anda.

Jika Anda sudah selesai menulis, tekan tombol Save & Continue Editing. Kemudian buka kembali blog Anda di http://username.wordpress.com

Sudah bagus? Jika ingin mengedit lagi, baca blog Anda sendiri, jika Anda masih login di wordpress, maka Anda dapat mengklik menu EDIT atau SUNTING untuk setiap artikel yang ada di blog Anda. Untuk mengedit atau menghapus tulisa, gunakan menu Manage -> Post/Page atau Kelola -> Tulisan/Halaman.

Jika semuanya okey, saatnya Anda memperkenalkan blog Anda pada teman-teman Anda.

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!